Jumat, 13 Maret 2015

BERKAH AIR MELIMPAH MAKMURKAN WARGA DESA SUMODIKARAN


KIM Patih Somo- Musim hujan belum juga usai tapi memasuki bulan Maret curah mulai berkurang, mungkin masih menjadi derita bagi penduduk yang bermukim di wilayah dataran rendah. Di kota-kota besar seperti Jakarta yang padat, dengan sistem drainase yang tidak begitu tertata dengan baik, dengan tingkat kesadaran warga yang kurang memperhatikan lingkungannya sehingga ketika musim hujan turun bencana banjir telah menjadi momok dan derita yang memilukan. Tetapi begitulah  sifat air yang akan selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah. Bagaimana pun air tetap menjadi sumber kehidupan.

Kabupaten Bojonegoro yang sangat dikenal sebagai tempat langganan banjir di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau, tapi seiring dengan berjalannya waktu daerah Bojonegoro yang selalu berbenah diri dari permasalahan tersebut sudah tertangani dan sangat jauh berkurang.  Ide dan konsep brilian dari Bupati Bojonegoro, Kang Yoto telah mampu menangani berbagai masalah di kabupaten Bojonegoro yang semakin matoh.

Jika Bapak Presiden kita, JOKOWI mempunyai harapan besar untuk berswasembada beras dalam waktu 3 tahun kedepan, jauh sebelum itu Kang YOTO  sudah berharap untuk menjadikan Kabupaten Bojonegoro sebagai lumbung pangan  dan energi, tentunya dibutuhkan sinergi dan dukungan dari banyak pihak dan berbagai elemen masyarakat.

Pahlawan kita yang terkapar dan tertindas adalah Bapak-bapak petani yang selalu bekerja keras mewujudkan impian-impian itu. Desa Sumodikaran memiliki potensi pertanian bisa dibilang sangat bagus, dari luas desa +- 4.000.000 m2, hampir 60 Persennya  masih merupakan kawasan pertanian yang potensial, dengan dukungan irigasi daerah irigasi Balong dan daerah irigasi Dander. Air mengalir sepanjang tahun , selain itu ada juga sarana pendukung embung solo valay, Sehingga bisa dikatakan air sangat cukup untuk irigasi pertanian, dengan wilayah area irigasi teknis 145 ha dan 70 ha lebih non tehnis.


Semenjak berfungsinya embung solo valay di desa Sumodikaran sekitar tahun 2000 yang lalu, Pendapatan hasil pertanian warga desa Sumodikaran sangat melimpah. Dengan pola padi, padi, polowijo para petani bisa panen tiga kali pertahun. Kegiatan pertanian sudah sangat dipahami oleh para petani, dengan sistem pengairan yang sangat baik, pola tanam, bibit unggul, penggunaan pupuk dan obat pertanian sehingga perolehan rata-rata pertahun 7-8 ton/tahun.

Dengan luas area pertanian kira-kira para petani di desa Sumodikaran bisa menyumbang hampir 3000 ton gabah, dan 210 ton kedelai / pertahun kepada Pemerintah.

Untuk mewujudkan cita-cita swasembada beras, pangan dan energi sebagai lumbung pangan  dan energi, tentunya besar harapan para petani adalah mendapatkan bimbingan  dan dukungan dari Pemerintah agar para petani bisa mendapatkan hasil yang baik sesuai harapan mereka sehingga sektor pertanian ini menjadi tumpuan andalan yang menopang kehidupan mereka sehingga pada akhirnya kesejahtaraan dan taraf hidup masyarakat Sumodikaran akan semakin meningkat.

0 komentar:

Posting Komentar

Kontak Kami

Pemerintah Desa Sumodikaran
Sekretariat : Balai Desa Sumodikaran Kec. Dander Kab. Bojonegoro
HP : +6282331046465 ( Yasdi, SE, MM )
Email : desasumodikaran@gmail.com